Selasa, 31 Mei 2011

Kerajinan Unik Terbuat dari Benang

Dengan sentuhan kreatifitas ternyata sesuatu yang tidak berharga bisa diubah menjadi produk baru yang luar biasa. Inilah sedikit gambaran yang bisa mewakili kesuksesan Zahwa Kemilau Handycraft, dalam mendapati kesuksesannya.
Mengawali peruntungannya di tahun 2005, dengan memproduksi tudung saji. Sepasang suami istri, Ariyanto dan Nina Yulianti yang bermukim di Pamulang, Ciputat. Berhasil mengembangkan bisnis kerajinannya, dengan menciptakan inovasi baru lampion benang pada tahun 2008.
Benang-benang yang biasanya hanya digunakan untuk menjahit baju, kini bisa diubah menjadi kerajinan lampion yang cantik, dengan beragam warna dan bentuk yang menarik. Mulai dari lampion standar dengan bentuk bulat, lampion berbentuk boneka salju, lampion bunga, serta lampion serangga (seperti : kupu-kupu, capung, dan lebah).
Kecantikan beragam warna benang yang digunakan Nina dan suaminya dalam membuat lampion, akan semakin terlihat ketika ditambahkan lampu pada lampion tersebut. Karena guratan serat yang dihasilkan dari tumpukan benang, akan semakin terlihat saat terkena cahaya dari lampu. Bisa Anda bayangkan bukan, betapa cantiknya lampion tersebut bila dimanfaatkan sebagai penghias ruangan?

Read More..

Makanan Sehat Serba Ubi

produk olahan ubi
Jika selama ini keberadaan ubi jalar sering dianggap sebagai makanan ndeso yang rasanya kurang nikmat. Di restoran sweet purple ubi berhasil disulap menjadi berbagai macam variasi makanan lezat yang dikemas dengan tampilan unik dan jauh dari kata ndeso. Inovasi baru ini mulai dikenalkan Adi Kharisma sejak tahun 2006 silam di Denpasar Bali, hingga akhirnya merambah ke Jakarta pada tahun 2008.

Melimpahnya potensi ubi jalar di berbagai daerah dan tingginya kandungan gizi yang terdapat dalam ubi, membuat lelaki paruh baya ini tertarik untuk mengolah produk pangan lokal tersebut
sebagai menu andalan di restoran miliknya. Dengan mengusung nama Sweet Purple, Adi memanjakan konsumennya dengan berbagai makanan sehat serba ubi, mulai dari nasi ubi, sate ubi, burger ubi, roti ubi, ice cream ubi, juice ubi, brownies ubi, bolu, pie, serta beberapa menu lainnya yang semuanya berbahan dasar ubi.

Read More..

Hadirnya Inovasi Baru Rendang Kemasan

“Berawal dari kebiasaan, akhirnya berubah menjadi peluang.” Inilah yang menjadi awal cerita hadirnya inovasi baru rendang kemasan Uni Farah yang kini mulai dikenal luas oleh para konsumen.
Bila selama ini kita hanya mengetahui rendang sebagai salah satu menu andalan di berbagai restoran padang yang menjamur di seluruh pelosok nusantara. Reno Andam menawarkan sebuah inovasi baru yang belum pernah terpikirkan oleh pelaku bisnis lainnnya. Yaitu rendang padang dalam kemasan kedap udara (vacuum packed). 
Tidak seperti rendang basah lainnya yang tak bisa bertahan lama, rendang Uni Farah dapat bertahan hingga berbulan-bulan lamanya tanpa tambahan bahan pengawet sedikitpun. Inovasi ini mulai dikenalkan Andam ke pasaran sejak tahun 2004 yang lalu. Kebiasaannya mengirim masakan rendang kepada para kerabat yang lokasinya cukup jauh, menginspirasi ibu rumah tangga ini untuk menciptakan rendang yang bisa bertahan lama, mengingat proses pengiriman produk biasanya memakan waktu yang cukup lama.

Read More..

Kelezatan Nasi Bebek Bumbu Kretek

Selain ayam, salah satu jenis daging yang tidak kalah enaknya dan banyak disukai konsumen dipasaran adalah daging bebek. Bagi sebagian orang, daging bebek ini memiliki cita rasa yang rasa yang khas dan lebih kuat dibandingkan dengan daging ayam. Oleh karena itu, berbagai menu kuliner yang mengandung daging  bebek, tampak laris manis diserbu para konsumen.

Hal ini pulalah yang dimanfaatkan Mak Isa, seorang pelaku bisnis makanan di daerah Klender, Jakarta Timur dalam menekuni peluang bisnis kuliner. Ia sengaja mengenalkan makanan tradisional nasi bebek bumbu kretek, sebagai salah satu menu andalannya.Pada umumnya para pelaku bisnis kuliner hanya menawarkan bebek dengan menu andalan bebek goreng, bebek bakar, bebek kremes, bebek rica-rica, bebek presto, atau bebek srundeng. Warung Mak Isa berusaha menawarkan sesuatu yang berbeda, yaitu dengan menyajikan makanan tradisional dari Madura, nasi bebek bumbu kretek kepada konsumennya. Dan ternyata strategi tersebut berhasil menarik  perhatian banyak orang.

Read More..

Senin, 25 April 2011

Kisah Sukses Pelopor Waralaba Salon Muslimah

Salon kecantikan merupakan salah satu tempatnya kaum wanita untuk mempercantik diri. Sebab, di tempat inilah segala hal yang berkaitan dengan perawatan tubuh mulai ujung rambut hingga ujung kaki tersedia lengkap. Selain itu, salon juga menjadi tempat relaksasi yang nyaman dengan treatment seperti pijat, spa dan pelayanan yang lain.
Dewasa ini, perkembangan salon sangat pesat. Kaum wanita muslim pun telah menempati salah satu porsi utama dalam pangsa pasar ini. Terlihat kini, makin merebaknya berbagai jenis usaha salon khusus muslimah di berbagai kota besar di Indonesia. Baik itu berdiri sendiri, maupun bersistem waralaba. Kebutuhan perawatan tubuh yang lengkap, nyaman, berbasis syariah dan halal kini kebutuhannya semakin dicari para wanita, khususnya wanita muslimah.

Yulia Astuti Haras dan Linda Kartika Haras, adalah salah satu pengusaha yang berprestasi di bidang salon muslimah di Indonesia. Kakak beradik ini, mengawali bisnisnya berdasarkan hobi mereka yaitu memanjakan diri di salon. Sering terjadi kerepotan ketika Yulia dan Linda susah menemukan salon yang nyaman untuk mereka berdua yang telah mengenakan jilbab. 

Meski yang melakukan perawatan adalah wanita, namun suami atau anak laki-laki dari pengunjung berada di dalam salon. Dan hal itu yang membuat para wanita berjilbab merasa tidak nyaman. Lalu terbesitlah dalam benak Yulia, untuk membuka salon khusus muslimah. Salon ini nantinya khusus untuk wanita saja, tidak boleh ada laki-laki yang masuk. Kemudian ia mengajak adiknya Linda untuk membuka usaha kecantikan tersebut. Linda pun langsung menyanggupinya. Tanpa pikir panjang, Linda pun langsung keluar dari kantornya, yang juga tempat bekerja Yulia. Sementara itu, Yulia masih bertahan. Awalnya, ada 3 orang yang berniat membuat salon, hanya pada saat mulai akan dikerjakan sang teman mengundurkan diri. Sesungguhnya baik Linda maupun Yulia tidak mempunyai basic mengenai dunia per-salonan yang memadai. Oleh sebab itu, Linda pun rajin mengikuti berbagai macam kursus kecantikan mulai perawatan ujung rambut hingga ujung kaki. Karena pelayanan itulah yang nantinya ditawarkan kepada konsumen salonnya. 

Perjalanan menuju sukses Pada Mei 2002 resmilah salon milik Yulia dan Linda dibuka dengan mengusung nama moz5 (baca:muslimah) di daerah Margonda Depok. Diawali dengan 3 orang karyawan, Linda langsung memimpin operasional salon, karena Yulia masih bekerja. Seusai pulang bekerja, Yulia selalu menyempatkan diri datang ke salon. Untuk modal pertama menjalankan bisnis salon muslimahnya mereka mengeluarkan budget sebesar Rp 100 juta. Itupun bukan keseluruhan berasal uang pribadi, namun juga uang pinjaman dari saudara dan lainnya. Dengan modal sebesar itu, Yulia dan Linda gunakan untuk menyewa tempat 2 lantai di daerah Margonda, Depok, Jawa Barat dan membeli perlengkapan serta peralatan salon modern.

Salah satu kelebihan usahanya dibanding salon yang lain adalah menerapkan konsep kenyamanan bagi muslimah saat berada di salon. Sebelumnya dua ibu muda ini mengadakan survey kebeberapa salon, kemudian menerapkan beberapa pelayanan yang sesuai dengan konsep salonnya. Begitu seterusnya, sembari mengikuti perkembangan salon modern. Disamping itu, Linda pun terus mengikuti beragam kursus guna mengasah keterampilannya pada bidang perawatan kecantikan. Linda membagi kantornya menjadi dua bagian, yaitu lantai dasar untuk pelayanan potong rambut, creambath, pedicure, manicure, dan refleksi. Sedang lantai dua, khusus perawatan wajah (facial) dan badan (lulur). Dan tersedia juga layanan spa, aneka lulur, perawatan pra nikah, dan aneka perawatan cantik luar dalam, juga tersedia jasa rias pengantin muslimah. Belakangan moz5 juga menambah layanan dengan senam khusus muslimah. Begitulah cara Linda dan Yulia memanjakan para pelanggannya.
Maka tak heran, jika pelanggannya makin banyak. Yang semula pelanggannya adalah para mahasiswi, kini paling banyak ibu-ibu muda dan wanita pekerja. Pelanggan moz5 bukan hanya para wanita berjilbab, namun banyak juga yang tidak. Jika dibandingkan sekitar 60:40, dimana 60% adalah wanita berkerudung. Simbol kesuksesan dari salon ini adalah bangunan gedung yang bertingkat di Jalan Margonda Raya, Depok telah menjadi milik sendiri. Kesuksesan bisnis jasa satu ini bukan hanya itu, tapi juga untuk kawasan Asia Tenggara, moz5 salon menjadi pelopor salon muslimah yang telah diwaralabakan. 
Selain itu, sudah banyak prestasi yang dicapai oleh moz5 diantaranya, terpilih menjadi salah satu dari 14 usaha waralaba yang dipromosikan oleh Kadin dan WALI untuk berkiprah di luar negeri; meraih penghargaan sebagai salah satu wirausahawan muda dalam The Indonesian Small and Medium Business Entreprenuer Award (ISMBEA) tahun 2009; dan menjadi pelopor usaha salon khusus muslimah yang diwaralabakan. Demikian artikel profil pengusaha pekan ini, semoga kisah sukses pelopor waralaba salon muslimah dari kakak beradik Yulia dan Linda dalam merintis usaha salonnya menjadi inspirasi Anda dalam memulai bisnis. Salam sukses. Sumber :http://bisnisukm.com

Read More..

Sukses Berwirausaha Dari Menekuni Hobi

“Berawal dari sekedar hobi, ternyata kini berhasil menjadi hoki.” Mencintai dunia animasi sejak kecil, berhasil mengantarkan Wahyu Aditya menjadi seorang pengusaha sukses yang kini mengembangkan bisnisnya menjadi empat bidang usaha di bawah naungan PT. HelloMotion Korpora Indonesia. Terlahir di lingkungan keluarga wirausaha dan akademisi, membuat Wadit (sapaan akrab Wahyu Aditya) tumbuh menjadi pemuda yang senang dengan tantangan dan memiliki jiwa entrepreneur cukup kuat. Ayahnya seorang dokter spesialis mikrobiologi yang berprofesi sebagai dosen dan ibunya seorang pengusaha yang membuka bisnis jasa Penyalur Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) ke Hongkong. 

Berkat minat dan bakatnya yang menurun dari sang Ayah yang juga hobi melukis, diusianya yang masih terbilang muda (usia 24 tahun) Wadit berhasil membuka sekolah animasi dengan nama HelloMotion Academy. Bahkan tidak berhenti sampai disitu, kini Wadit yang genap berusia 31 tahun pada tanggal 4 Maret lalu, telah mengembangkan bisnisnya menjadi empat jenis usaha. Yaitu meliputi sekolah animasi dengan nama HelloMotion Academy, menjadi event organizer untuk festival film animasi HelloFest yang rutin diadakan setahun sekali, membuka sebuah rumah produksi yang berlabelkan Dapupu Indonesia, serta melebarkan sayap di bisnis distro dengan mengenalkan brandnya Kementrian Desain Republik Indonesia (KDRI).

Perjalanan Bisnis Untuk meraih kesuksesan yang diraihnya saat ini, ternyata perjalanan yang dilalui Wadit tidak semulus yang kita bayangkan. Sebelum mendirikan sekolah animasi di tahun 2004, lulusan KvB Institute of Technology Sydney ini sempat bekerja di Trans TV sebagai creative designer and animator selama dua tahun.
Namun Ia memutuskan untuk keluar dari pekerjaan tersebut, karena tertantang untuk mencoba berwirausaha. Saat itu Wadit memutuskan untuk membuka sebuah rumah produksi dengan beberapa temannya, namun perjalanan bisnisnya kurang lancar dan hanya bisa bertahan selama satu tahun.pengusaha sukses Dari kegagalan tersebut Wadit mendapatkan banyak pelajaran berharga tentang manajemen bisnis. 

Hingga akhirnya Ia bangkit dan melanjutkan perjalanannya menuju sukses dengan meminjam Rp 400 juta dari bank untuk modal mendirikan sekolah animasinya. Moment inilah yang menjadi batu loncatan bagi suami Arie Octaviani Arifin ini, sehingga saat ini bisnisnya berhasil meraup omset hingga milyaran rupiah setiap tahunnya.
Mimpi besar Wahyu Aditya untuk mengenalkan animasi ke seluruh masyarakat Indonesia, dan melahirkan para animator baru yang memiliki daya saing di pasar internasional, kini bukan menjadi hal yang mustahil untuk terwujud. Dengan membuka empat peluang bisnis yang dimulainya dari hobi, Wadit tidak hanya berhasil mendapatkan omset besar setiap bulannya. 
Tapi Ia juga merasa puas dapat berbagi ilmu dengan banyak orang yang tertarik menekuni profesi animator. Karena bidang ini menjadi salah satu peluang bisnis yang cukup potensial kedepannya. Semoga profil pengusaha Wahyu Aditya yang sukses berwirausaha dari menekuni hobinya, dapat memberikan inspirasi bagi kita semua untuk segera memulai usaha. Karena sebenarnya peluang usaha dapat kita temukan dari bakat dan minat yang ada dalam diri kita. Selamat berkarya dan salam sukses.
Sumber artikel : http://bisnisukm.com Sumber gambar : http://distrokdri.com/images/product/kaos1293966006-03-hellomotionac1.jpg dan http://radarsukabumi.com/uploads/berita/dir28082010/img28082010603181.jpg

Read More..